Anak Berjalan Jinjit

Berjalan jinjit (toe-walking) adalah pola berjalan di mana anak berjalan menggunakan jari kaki atau ujung kaki dekat jari (balls of the feet). Ini umum dilakukan oleh anak yang sedang belajar berjalan. Sebagian besar anak akan berhenti melakukannya ketika bertumbuh besar, dan menguasai gaya berjalan tipikal dari tumit-ke-jari di usia 3 tahun.

Implikasi klinis dari berjalan jinjit

Meski berjalan jinjit dapat merupakan bagian normal dari perkembangan gaya berjalan anak tanpa adanya implikasi jangka panjang, berjalan jinjit juga dapat merupakan gejala dari kondisi neurologis yang mendasarinya. Pada penelitian baru-baru ini, Martín-Casas et al. (2017) menemukan korelasi yang signifikan antara berjalan jinjit dan gangguan fungsi psikomotorik dan memori.

Secara khusus, asosiasi antara keterlambatan bahasa dan berjalan jinjit telah diteliti dalam sejumlah penelitian. Sebuah studi klasik (Accardo et al., 1992) mendeteksi korelasi negatif yang signifikan antara kompetensi bahasa dan berjalan jinjit. Secara khusus, studi ini menemukan rerata skor bahasa yang lebih rendah pada anak yang berjalan jinjit di kelompok anak berusia 2 tahun dan 6 tahun, tetapi tidak pada kelompok anak berusia 10 tahun (gambar 1).

GAMBAR 1. RERATA LANGUAGE QUOTIENTS PADA ANAK YANG BERJALAN JINJIT DAN ANAK YANG TIDAK BERJALAN JINJIT PADA TIGA KELOMPOK USIA (DARI ACCARDO ET AL, 1992)

Meski penelitian ini dan beberapa penelitian lain menunjukkan bahwa berjalan jinjit bisa jadi merupakan penanda gangguan neurodevelopmental, penting diperhatikan terdapat bukti bahwa banyak anak yang berjalan jinjit tidak mengalami gangguan apapun. Secara teknis, berjalan jinjit sebagai penanda adanya gangguan neurodevelopmental memiliki sensitivitas yang rendah.

Penanganan

Jika anak berjalan jinjit karena kebiasaan, penanganan biasanya tidak diperlukan. Keitka disebabkan oleh kondisi medis atau neurologis yang mendasari, maka tersedia berbagai macam penanganan dengan tingkat efektivitas yang berbeda. Beberapa di antaranya adalah physical therapy, serial casting, orthotics dan suntikan botulinum toxin.

Aktivitas fisik untuk mengurangi berjalan jinjit

Terapis anak Anda mungkin memberikan berbagai aktivitas untuk mengurangi berjalan jinjit:

GAMBAR 2. LATIHAN UNTUK MENGURANGI BERJALAN JINJIT

  • Mendorong mainan atau keranjang di atas lantai sambal berjalan (Gambar 2A)
  • Perlahan melangkah naik dan turun dari permukaan yang lebih tinggi (20-30 cm) (Gambar 2D)
  • Berdiri di bantal keseimbangan atau permukaan lain yang tidak stabil dengan telanjang kaki
  • Duduk di atas beanbag atau boneka dan mengitari ruangan (Gambar 2C)
  • Berjalan maju atau mundur di atas permukaan miring
  • Latihan stretching untuk betis (Gambar 2B)

Referensi

Accardo, P., Morrow, J., Heaney, M. S., Whitman, B., & Tomazic, T. (1992). Toe Walking and Language Development. Clinical Pediatrics, 31(3), 158–160.
Danto, A.H., & Pruzansky, M. (2011). 1001 Pediatric Treatment Activities: Creative Ideas for Therapy Sessions.
Martín-Casas, P., et al. “Neurodevelopment in preschool idiopathic toe-walkers.” Neurología (English Edition) 32.7 (2017): 446-454.
Mayo Clinic (2029). Toe walking in children, accessed November 2020.
Sala, Debra A., et al. “Idiopathic toe-walking: a review.” Developmental medicine and child neurology 41.12 (1999): 846-848.

52