Anak Susah Makan

 

Banyak anak yang mengalami fase penolakan makanan. Beberapa anak menolak makanan​ karena kualitas sensori tertentu (seperti tekstur, rasa, atau temperatur makanan), sementara ada pula yang menolak untuk merasakan jenis makanan baru dan hanya menerima jenis makanan tertentu yang sangat terbatas.

Sebagian besar anak mulai menerima variasi makanan yang lebih banyak secara bertahap dan biasanya melewati fase ini secara alami ketika mereka berusia 5-6 tahun.

Strategi sehari-hari untuk membantu anak Anda yang mengalami susah makan

  • Ekspos anak Anda ke makanan baru/yang tidak disukai. Menawarkan makanan yang tidak disukai berulang kali (tanpa memaksa) dapat meningkatkan keinginan untuk mencicipi dan meningkatkan kesukaannya terhadap makanan tersebut.
  • Luangkan waktu Anda. Tetap tunjukkan makanan tersebut. Terkadang, menujukkan lebih dari 20 kali diperlukan untuk meningkatkan rasa kenal pada makanan tersebut dan mulai melihat perubahan positif.
  • Campur dan cocokkan. Tampilkan makanan tersebut dengan dimasak melalui cara yang berbeda-beda. Mulailah dengan jumlah makanan yang sedikit, mungkin dapat dikombinasikan dengan bahan lainnya yang disukai.
  • Beri penghargaan dan pujian pada anak Anda ketika Anda melihat adanya perubahan yang positif (meskipun sangat sedikit).

Kapan Anda perlu meminta bantuan tenaga profesional?

Bantuan tenaga profesional mungkin dibutuhkan jika anak Anda memiliki kebiasaan untuk menolak makanan secara terus-menerus dan apabila hal itu menyebabkan penurunan berat badan, pertumbuhan yang lambat, kekurangan nutrisi atau menyebabkan adanya kebutuhan untuk mengonsumsi suplemen. Gangguan makan dapat menyebabkan dampak jangka panjang pada perkembangan fisik dan mental anak.

Periksa apabila anak Anda memiliki gangguan makan dengan mengisi kuesioner evaluasi online ini. Anda akan menerima email dengan hasil evaluasinya.
Metode intervensi akan bergantung pada penyebab yang mendasari kesulitan makan. Hal ini dapat melibatkan perawatan secara psikologis, perilaku, ataupun medis. Langkah pertama adalah selalu menilai apakah ada kondisi fisik yang berkontribusi terhadap kesulitan makan. Ketika penyebab fisik telah dikecualikan, perawatan biasanya dilakukan dalam keadaan makan-nya anak yang natural dengan membimbing orangtua untuk menerapkan strategi intervensi setiap hari.

Referensi

Food Neophobia: Behavioral and Biological Influences. (2018). United Kingdom: Elsevier Science.

The 6 Types of Picky Eater—And How to Get Them to Eat. Parents

363