Naturalistic Behavioral Developmental Intervention

Naturalistic Developmental Behavioral Intervention adalah model penanganan baru bagi anak dengan berbagai ganggunan komunikasi sosial, dari anak dengan keterlambatan bicara hingga anak dengan autisme.

Karakteristik utama dari Naturalistic Developmental Behavioral Interventions (NDBI) adalah penggunaan reward yang natural, preferesi untuk konteks natural, seperti bermain dan rutinitas sehari-hari, serta lebih menekankan pada inisiatif dan spontanitas anak selama proses terapi.

Intervensi NDBI mengkombinasikan metode yang diambil dari psikologi perkembangan (developmental psychology) dan analisa perilaku (behavior analysis), yaitu menggunakan berbagai strategi behavioral untuk mengajarkan keterampilan yang preprekuisit dan sesuai dengan perkembangan anak.

Di satu sisi, ilmu analisa perilaku memberikan pemahaman terkait prinsip-prinsip belajar. Beberapa prinsip yang paling penting di antaranya seperti efek dari konsekuensi lingkungan terhadap perilaku, diskriminasi stimulus, generalisasi, dan shaping. Aplikasi dari prinsip-prinsip ini telah terbukti efektif dalam mendeskripsikan, menjelaskan, dan memprediksikan proses belajar dan perilaku yang tidak dimediasi oleh pemahaman bahasa. Penguasaan bahasa awal, interaksi nonverbal, dan keterampilan motorik hanyalah beberapa area perkembangan di mana model ilmu analisa perilaku berhasil diaplikasikan.

Di sisi lain, psikologi perkembangan telah menghasilkan penelitian yang kaya terkait trayektori tipikal perkembangan anak pada umumnya serta konteks interaktif yang mendukung perkembangan mereka. Penelitian ini juga telah meluas hingga studi terkait disfungsi yang dapat menghambat perkembangan normal.

Mudah untuk melihat bagaimana kedua disiplin ilmu dapat berkontribusi dalam menciptakan intervensi bagi anak dengan gangguan perkembangan.

Asumsi dasar intervensi NDBI adalah bahwa terapi perlu, sejak dini, memaparkan anak pada interaksi sosial yang natural. Sebaliknya, intervensi tradisional cenderung memprioritaskan penguasaan keterampilan yang terisolasi pada setting terstruktur dan berusaha menggeneralisasikan keterampilan ini pada kehidupan sehari-hari di kemudian hari. Sebagai contoh, sangat umum kita melihat anak ‘dilatih’ dengan flash cards dengan tujuan memperluas kosakata anak. Pada sebagian besar kasus, target ini sangat mudah dicapai dan anak akan dapat menyebutkan puluhan, bahkan ratusan, nama benda. Namun demikian, pengetahuan ini hanya ditampilkan saat latihan, tergantung pada kondisi yang ada selama program (kartu, pertanyaan, meja, terapis, dsb). Tidak jarang, anak-anak yang menjalani program ini, ‘mengetahui’ ratusan kata namun tidak menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegagalan dalam proses generalisasi dalam intervensi tradisional menyebabkan ketidak puasan bagi banyak praktisi dan konsumen, dan sebagai hasilnya telah memicu minat bagi pendekatan naturalistic.

Semakin banyak praktisi yang mulai menyadari bahwa keterlambatan bicara, keterlambatan bahasa, dan autism, bukanlah gangguan belajar yang dapat diatasi dengan strategi mnemonic (repetisi, discriminative trials, stimulus fading) tetapi merupakan gangguan sosial, yang tentunya membutuhkan intervensi sosial. Masalah yang dialami anak bukanlah dalam mengingat daftar kata, angka, atau huruf, tetapi untuk berkomunikasi, memperhatikan, mendengarkan, dan berelasi dengan orang lain. Lagipula, karena anak-anak dengan perkembangan tipikal mempelajari dan menggunakan kata-kata dalam konteks relasional, maka adalah sensible bagi terapis untuk menggunakan waktu mereka untuk membantu anak menciptakan relasi yang bermakna.

Referensi:

Naturalistic Developmental Behavioral Interventions for Autism Spectrum Disorder, (2020). Bruinsma, Minjarez, Laura Schreibman, Stahmer

Naturalistic Developmental Behavioral Interventions: Empirically Validated Treatments for Autism Spectrum Disorder, (2015). Schreibman, Dawson, Stahmer.

Youtube video: Naturalistic Developmental Behavioral Interventions, (2019), Minjarez.

42