Posisi Duduk W: Kapan posisi ini OK dan kapan posisi ini tidak OK

Ketika duduk dengan posisi W, anak duduk dengan posisi kaki dan lutut berada di depan dan melebar ke samping. Fisioterapis, terapis okupasi, guru, dokter, dan sumber online bagi orangtua umumnya memperingatkan orangtua terhadap posisi duduk W, dan mengaitkan posisi ini dengan berbagai masalah ortopedi.

Namun, bukti ilmiah yang mendukung keterkaitan antara posisi duduk W dan efek negatif tidaklah memadai, dan di beberapa tahun terakhir, sejumlah ahli menyuarakan pandangan yang lebih tidak mengkhawatirkan, setidaknya bagi anak tanpa masalah perkembangan motorik.

Menurut International Hip Dysplasia Institute,

berlawanan dengan keyakinan umum, postur duduk W adalah normal bagi banyak anak, dan sebaiknya dibolehkan…, penanganan terhadap variasi normal [dari posisi duduk] ini telah terbantah lebih dari dua puluh tahun lalu, tetapi mitos tetap bertahan.”

Nasihan yang sama juga disampaikan oleh Dr Hahn, M.D., dokter ortopedi anak di Johns Hopkins All Children’s Hospital, yang ketika diwawancarai terkait topik ini oleh parents.com, menyatakan “[Posisi duduk W] tidak ada bedanya dengan ketika anak duduk bersila. Ini bukanlah masalah. Posisi ini bukanlah postur buruk di mana Anda perlu melarang anak duduk demikian”.

Apa buktinya?

Dua dari tiga anak berusia 3 sampai 6 tahun secara reguler duduk dengan posisi duduk W. Bukti ilmiah mendukung pandangan bahwa posisi duduk W adalah variasi normal dari posisi duduk anak.

Secara khusus, riset menunjukkan bahwa, pada anak dengan perkembangan tipikal, posisi duduk W tidak menyebabkan displasia panggul (developmental hip dysplasia), penyakit sendi degeneratif, in-toeing, dan tidak mempengaruhi bentuk tulang panggul.

Bagaimana dengan anak yang mengalami gangguan perkembangan motorik?

Meskipun tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa posisi duduk W (secara mandiri) menyebabkan gangguan motorik pada anak dengan perkembangan tipikal, namun berbeda pada kasus anak dengan kondisi neurologis yang mempengaruhi tonus otot dan mobilitas sendi, seperti Cerebral Palsy dan Down Syndrome.

Masalahnya adalah  bahwa anak dengan kesulitan motorik mungkin duduk hanya pada posisi W karena posisi ini memberikan basis topangan yang lebih lebar yang mengkompensasi dari otot inti (core muscles) yang lemah. Penggunaan posisi duduk W yang tidak proporsional, sehingga anak tidak duduk pada posisi lain, merupakan masalah karena 3 alasan utama:

  • Anak yang duduk pada posisi W tidak menggunakan core muscles mereka, sehingga otot ini dapat menjadi semakin lemah. Karena itu, untuk anak-anak seperti ini, sangat disarankan untuk duduk pada posisi yang menggunakan core muscles untuk waktu yang lama, sehingga otot ini semakin kuat.
  • Ketika duduk pada posisi W, batang tubuh anak terkunci dan rotasinya terbatas. Hal ini menyebabkan, ketika duduk pada posisi ini, anak tidak melatih koordinasi gerakan bilateral.
  • Duduk pada posisi W untuk waktu yang lama dapat memperburuk femoral anteversion (mis. rotasi panggul ke dalam) pada anak dengan Cerebral Palsy, yang dapat meningkatkan risiko terjadinya displasia panggul.

Bagaimana mengurangi posisi duduk W pada anak dengan Cerebral Palsy dan gangguan motorik lainnya

Mendorong anak untuk duduk pada posisi lain (mis. duduk menyamping, duduk bersila, duduk berselonjor) jelas direkomendasikan. Namun, seperti yang diketahui para terapis, usaha untuk mencegah anak dengan Cerebral Palsy untuk duduk pada posisi W seringkali hanya efektif untuk waktu yang singkat. Masalahnya adalah, posisi duduk lainnya tidak memberikan anak kebebasan untuk menggerakkan tangannya saat duduk untuk waktu yang lama. Anak akan cenderung kembali duduk dengan posisi W, yang lebih tidak menyulitkan bagi core muscles mereka dan tidak mengharuskan mereka mempertahankan postur dengan topangan tangan.

Pada kasus seperti ini, fisioterapis dapat menyarankan penggunaan alat adaptive seating dan strategi untuk memberikan dukungan postur eksternal yang memadai bagi anak. Posisi duduk yang sesuai akan menstimulasi dan secara bertahap memperkuat core muscles anak, dan sebagai hasilnya, akan membuat posisi duduk alternatif menjadi lebih nyaman bagi anak.

Referensi

Breath, D., DeMauro, G. J., & Snyder, P. (1997). Adaptive Sitting for young Children. Young Exceptional Children, 1(1), 10–16.

Flint Rehab. (2020). W-Sitting and Cerebral Palsy: Why It’s Harmful and How to Correct It. Accessed on 4/12/2020

Healthline. (2019). W-Sitting: Is It Really a Problem?. Accessed on parents.com on 25/11/2020

International Hip Dysplasia Institute. (2019).W-Sitting and Hip Development. hipdysplasia.org. Accessed on parents.com on 25/11/2020

Rethlefsen, S. A., Mueske, N. M., Nazareth, A., Abousamra, O., Wren, T. A. L., Kay, R. M., & Goldstein, R. Y. (2020). Hip Dysplasia Is Not More Common in W-Sitters. Clinical Pediatrics. 

Shortsleeve, C. (2019). Why It’s Totally Fine to Let Your Kid Sit in the ‘W’ Position, Parents. Accessed on parents.com on 25/11/2020

Skills for Action. The trouble with w-sitting. skillsforaction.com. Accessed on 4/12/2020.

Westernkidshealth.com. W-Sitting – Why The Drama, westernkidshealth.com, Accessed 25/11/2020

86